Langsung ke konten utama

Bingung Cari Asuransi Mobil? Cukup Klik Tugu Insurance!

DIGITALISASI dan transformasi digital sekarang ini merupakan keniscayaan. Nyaris semua sektor kehidupan kini mengalaminya. Tidak terkecuali sektor asuransi. Mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman, berangsur-angsur, perusahaan-perusahaan asuransi mulai menerapkan digitalisasi untuk sejumlah layanan dan produknya. 

Untuk memilih dan membeli produk asuransi, misalnya, nasabah tidak perlu repot-repot datang menemui staf layanan pelanggan (customer service). Cukup menggunakan ponsel atau komputer serta koneksi internet dan kemudian mengakses aplikasi digital yang telah disediakan, pemilihan dan pembelian sebuah produk asuransi bisa segera dilakukan.

Digitalisasi menerpa segenap sektor kehidupan. Tak terkecuali sektor asuransi. Sumber gambar: tugu.com.

Ke depan, boleh jadi digitalisasi di sektor asuransi ini akan semakin mengemuka. Fenomenanya mirip seperti apa yang terjadi dalam sektor-sektor finansial dan perbankan.

Di Indonesia, saat ini, sudah ada sejumlah perusahaan asuransi yang mulai menawarkan layanan dan produknya secara digital. 

Banyak analis berpendapat, peluang pertumbuhan asuransi digital di negeri ini di masa depan cukup besar seiring terus meningkatnya aktivitas online masyarakat kita. Bagi masyarakat sendiri, digitalisasi sektor asuransi akan semakin memudahkan mereka dalam mengakses layanan dan produk asuransi dari mana saja dan kapan saja. 

Selama ini, tidak sedikit masyarakat kita, terutama yang tinggal di pelosok-pelosok yang kesulitan menjangkau layanan dan produk asuransi konvensional. Dengan kehadiran layanan asuransi secara digital, kesulitan semacam itu akan dapat teratasi. 

Hadirnya layanan dan produk asuransi secara digital akan ikut membantu dalam mewujudkan keadilan dalam hal akses layanan dan produk asuransi yang mudah dan cepat bagi semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Dengan demikian, diharapkan inklusi asuransi di negara kita akan semakin meningkat.

Akan tetapi, patur diingat, di balik kemudahan dan kecepatan layanan dan produk asuransi secara digital, terdapat pula sejumlah risiko yang perlu diwaspadai karena berpotensi merugikan nasabah maupun sektor asuransi. Salah satunya yaitu menyangkut soal keamanan siber.

Keamanan siber adalah praktik melindungi sistem elektronik seperti jaringan komputer beserta data di dalamnya. Keamanan siber yang lemah akan memudahkan para peretas menerobos ke dalam sistem jaringan komputer dan kemudian melakukan tindakan kejahatan lainnya seperti memanipulasi data atau mencuri data. 

Oleh sebab itu, keamanan siber yang benar-benar kuat dalam sistem layanan asuransi digital adalah sebuah keharusan. Ini untuk memproteksi aset pelanggan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan produk asuransi secara keseluruhan.

Digitalisasi membantu meningkatkan jangkauan pemasaran produk asuransi. Sumber gambar: tugu.com.

Risiko lainnya adalah perlindungan data nasabah. Sudah barang tentu, dibutuhkan aturan yang jelas dan tegas untuk melindungi data nasabah. Jangan sampai data para nasabah, misalnya, bocor atau dialihtangankan ke pihak ketiga dan kemudian digunakan untuk kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Perlindungan data nasabah ini termasuk pula bagaimana mengatur soal seberapa jauh aplikasi asuransi digital mampu mengakses data yang ada di perangkat ponsel atau komputer nasabah atau calon nasabah dan siapa saja yang memiliki otoritas mengaksesnya.

Di luar kedua risiko tersebut, yang tak kalah pentingnya pula adalah  peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya yang terkait dengan akses terhadap layanan dan produk asuransi. Dengan memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni diharapkan masyarakat dapat lebih bijak serta lebih cermat saat harus melakukan aktivitas online yang terkait dengan layanan dan produk asuransi sehingga akan terhindar dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan diri mereka, dan keluarga mereka, di kemudian hari.

Era digital adalah sebuah keniscayaan. Keberadaan layanan dan produk asuransi secara digital bakal dirasakan manfaatnya oleh segenap masyarakat jika disokong dengan adanya sistem keamanan siber yang benar-benar kuat, dengan aturan perlindungan data nasabah yang jelas dan tegas, serta dibarengi dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni dari masyarakat, terutama para nasabah dan calon nasabah asuransi digital.

Melangkah lebih baik

Seperti disebutkan di muka, saat ini sejumlah perusahaan asuransi telah mulai menawarkan sejumlah layanan dan produknya secara digital. Sebut salah satunya yaitu Tugu Insurance.

Sejak awal 2021 lalu, untuk meningkatkan jangkauan pemasaran produk-produk asuransinya, Tugu Insurance menjalin kemitraan dengan Lifepal -- sebuah market place asuransi.

Salah satu produk unggulan Tugu Insurance yang dapat diakses via Lifepal yaitu asuransi mobil. Jadi, bagi mereka yang masih bingung mau mengasuransikan mobil mereka atau bingung memilih asuransi mobil, cukup masuk ke laman Lifepal, isi formulir, dan klik Tugu Insurance. Dalam hitung-hitungan detik, akan didapatkan informasi detil mengenai produk dan manfaat asuransi yang ditawarkan. Benar-benar simpel

Langkah Tugu Insurance menggandeng Lifepal ini tentu saja merupakan sebuah keputusan tepat dan sekaligus merupakan sebuah kolaborasi untuk bersama melangkah lebih baik, dalam menawarkan layanan dan produk asuransi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian, manfaat asuransi akan pula semakin terasakan oleh masyarakat. 

T-Drive merupakan aplikasi yang dikembangkan Tugu Insurance. Sumber gambar: tugu.com.

Selain dengan Lifepal, Tugu Insurance juga menggandeng kerja sama dengan Hyundai Motors Indonesia (HMID). Dengan memanfaatkan aplikasi digital T-Drive, Tugu Insurance menyediakan perlindungan asuransi mobil listrik bagi pelanggan Hyundai. 

T-Drive sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan Tugu Insurance sebagai dukungan untuk mengembangkan bisnis asuransi kendaraan. Di samping berisi informasi tentang bagaimana berkendara yang baik, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk membeli polis asuransi dan melakukan klaim asuransi.(djk).***

---

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencekal Tante Sun

TATKALA kita membincangkan musik Indonesia, khususnya musik pop, tampaknya kurang lengkap rasanya bila tidak menyinggung-nyinggung nama Bimbo, kelompok musik legendaris asal Kota Bandung, yang mulanya lebih beken dengan sebutan Trio Bimbo. Grup musik yang dibentuk tahun 1967 ini beranggotakan tiga personel awal yakni Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah (Sam), Darmawan Dajat Hardjakusumah (Acil) dan Djaka Purnama Dajat Hardjakusumah (Jaka). Dalam perkembangan selanjutnya, Iin Parlina ikut pula bergabung sehingga jumlah personel band ini genap menjadi empat orang. Dalam peta musik pop Tanah Air, Bimbo disebut-sebut oleh sementara kalangan sebagai salah satu band pelopor di negeri ini yang turut mendobrak tradisi dominasi penyanyi-penyanyi tunggal (solois) sepanjang era tahun 1960-an. Sepanjang kiprahnya meramaikan blantika musik Tanah Air, Bimbo telah merilis sedikitnya 200 album dan 800-an lagu. Kelompok musik yang para personelnya merupakan kakak-beradik ini juga berhasil menya...

Dangdut dan Martabat Musik Indonesia

“Music is a moral law. It gives soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination, and charm and gaiety to life and to everything.” -Plato PRESIDEN Joko Widodo menilai dangdut lebih bagus ketimbang K-pop. Hal itu diungkapkannya ketika berbincang dengan para siswa-siswi SMA Taruna Nusantara Magelang, di Istana Bogor, beberapa waktu silam. "Kita boleh saja lihat K-Pop. Tapi, kita kan juga punya musik yang lebih bagus. Keroncong, dangdut, lagu daerah yang kita miliki," kata Presiden Joko Widodo, seperti dikutip sejumlah media. Suka atau tidak, dangdut memang identik dengan Indonesia. Dangdut is the music of my country , begitu kata para personel Project Pop. Kalau Korea boleh bangga punya K-pop, maka Indonesia semestinya bangga punya dangdut. Menurut Andrew N Weintraub, Professor Musik di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, yang juga penulis  buku bertajuk Dangdut Stories: A social and Musical History of Indonesia ‘s Most Popular Music , salah sa...

Rayap-rayap Perusak Negara

PARA koruptor di negeri ini sering diidentikkan dengan tikus. Hobi tikus yang gemar menggerogoti barang-barang di rumah kita disamasebangunkan dengan hobi para koruptor yang suka menggerogoti anggaran negeri ini. Adakah hewan lain yang juga pantas menjadi perlambang kaum koruptor? Ada, paling tidak menurut amatan Mogi Darusman, seniman serba bisa yang pernah merilis sejumlah lagu sarat protes sosial. Dalam salah satu lagunya bertajuk "Rayap-rayap", yang digarap bersama Teguh Esha, Mogi Darusman mengidentikkan koruptor dengan rayap dan babi. Di mata Mogi Darusman, karakter dan perilaku rayap yang merusak serta karakter dan perilaku babi yang rakus cocok sekali dengan karakter dan perilaku para koruptor. Cermati saja sebagian lirik lagu “Rayap-rayap” berikut ini: Kau tahu rayap-rayap makin banyak di mana-mana Di balik baju resmi merorong tiang negara Kau tahu babi-babi makin gemuk di negeri kita Mereka dengan tenang memakan kota dan desa Rayap-rayap yang gana...