Langsung ke konten utama

Nelangsa tapi Perlu Tetap Tegar

KEHILANGAN orang tercinta, beserta semua kenangan yang menyertainya, senantiasa membuat kita nelangsa. Namun, kita mesti tegar menghadapinya.

Pandemi corona (Covid-19) benar-benar memporak-porandakan kehidupan kita. Dampak yang ditimbulkannya sangat masif dan menerpa nyaris semua aspek kehidupan.

Akibat pandemi corona, banyak orang mengalami kehilangan -- mulai dari kehilangan tempat nongkrong, kehilangan pekerjaan hingga kehilangan orang-orang tercinta.

Tragis memang. Tapi, itulah realitanya. Itulah kehidupan yang, suka atau tidak, harus kita lakoni dan hadapi.


Kehilangan, apalagi kehilangan orang tercinta, beserta kenangan-kenangan yang menyertainya, senantiasa membuat kita nelangsa. Tapi, toh kita perlu pula tegar.Tak boleh nelangsa merundung diri kita selamanya.

Nelangsa di satu sisi, tapi perlu tetap tegar di sisi lain boleh jadi dialami oleh Adam Levine, Stefan Johnson, Jordan Johnson, Michael Pollack, Jacob Kasher Hindlin, Jon Bellion dan Vincent Ford tatkala kawan dan manajer mereka, Jordan Feldstein, menutup mata untuk selamanya pada 2017, setelah berjuang melawan emboli paru yang diidapnya.

Apa yang mereka alami dan rasakan tatkala ditinggal orang tercinta kemudian diekspresikan lewat sebuah lagu yang mereka ciptakan. Lagunya diberi judul "Memories".

"Lagu ini untuk kita semua yang pernah mengalami dan merasakan kehilangan," jelas Adam Levine, dalam sebuah kesempatan.(jok)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencekal Tante Sun

TATKALA kita membincangkan musik Indonesia, khususnya musik pop, tampaknya kurang lengkap rasanya bila tidak menyinggung-nyinggung nama Bimbo, kelompok musik legendaris asal Kota Bandung, yang mulanya lebih beken dengan sebutan Trio Bimbo. Grup musik yang dibentuk tahun 1967 ini beranggotakan tiga personel awal yakni Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah (Sam), Darmawan Dajat Hardjakusumah (Acil) dan Djaka Purnama Dajat Hardjakusumah (Jaka). Dalam perkembangan selanjutnya, Iin Parlina ikut pula bergabung sehingga jumlah personel band ini genap menjadi empat orang. Dalam peta musik pop Tanah Air, Bimbo disebut-sebut oleh sementara kalangan sebagai salah satu band pelopor di negeri ini yang turut mendobrak tradisi dominasi penyanyi-penyanyi tunggal (solois) sepanjang era tahun 1960-an. Sepanjang kiprahnya meramaikan blantika musik Tanah Air, Bimbo telah merilis sedikitnya 200 album dan 800-an lagu. Kelompok musik yang para personelnya merupakan kakak-beradik ini juga berhasil menya...

Dangdut dan Martabat Musik Indonesia

“Music is a moral law. It gives soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination, and charm and gaiety to life and to everything.” -Plato PRESIDEN Joko Widodo menilai dangdut lebih bagus ketimbang K-pop. Hal itu diungkapkannya ketika berbincang dengan para siswa-siswi SMA Taruna Nusantara Magelang, di Istana Bogor, beberapa waktu silam. "Kita boleh saja lihat K-Pop. Tapi, kita kan juga punya musik yang lebih bagus. Keroncong, dangdut, lagu daerah yang kita miliki," kata Presiden Joko Widodo, seperti dikutip sejumlah media. Suka atau tidak, dangdut memang identik dengan Indonesia. Dangdut is the music of my country , begitu kata para personel Project Pop. Kalau Korea boleh bangga punya K-pop, maka Indonesia semestinya bangga punya dangdut. Menurut Andrew N Weintraub, Professor Musik di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, yang juga penulis  buku bertajuk Dangdut Stories: A social and Musical History of Indonesia ‘s Most Popular Music , salah sa...

Rayap-rayap Perusak Negara

PARA koruptor di negeri ini sering diidentikkan dengan tikus. Hobi tikus yang gemar menggerogoti barang-barang di rumah kita disamasebangunkan dengan hobi para koruptor yang suka menggerogoti anggaran negeri ini. Adakah hewan lain yang juga pantas menjadi perlambang kaum koruptor? Ada, paling tidak menurut amatan Mogi Darusman, seniman serba bisa yang pernah merilis sejumlah lagu sarat protes sosial. Dalam salah satu lagunya bertajuk "Rayap-rayap", yang digarap bersama Teguh Esha, Mogi Darusman mengidentikkan koruptor dengan rayap dan babi. Di mata Mogi Darusman, karakter dan perilaku rayap yang merusak serta karakter dan perilaku babi yang rakus cocok sekali dengan karakter dan perilaku para koruptor. Cermati saja sebagian lirik lagu “Rayap-rayap” berikut ini: Kau tahu rayap-rayap makin banyak di mana-mana Di balik baju resmi merorong tiang negara Kau tahu babi-babi makin gemuk di negeri kita Mereka dengan tenang memakan kota dan desa Rayap-rayap yang gana...